...Selamat Datang Di Blog Catatan Ekonomi, Sebuah Blog Yang Berisi Tentang Perspektif Yang Berbeda Dari Seorang Daud Endro Terhadap Ekonomi Dan Kehidupannya Sehari-hari...
PERTUMBUHAN EKONOMI

PERTUMBUHAN EKONOMI

Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan proses pertumbuhan ekonomi
Indikator :
1. Mendeskripsikan pertumbuhan ekonomi
2. Menghitung laju pertumbuhan ekonomi
Ringkasan Materi :

Pertumbuhan ekonomi
Suatu keadaan dimana terjadi kenaikan pendapatan nasional tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk
Perbedaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ekonomi
  1. Merupakan suatu proses yang berkesinambungan
  2. Jika kenaikan pendapatan nasional > kenaikan jumlah penduduk, maka pendapatan perkapita naik
  3. Ada perubahan struktur ekonomi
  4. Ada perkembangan IPTEK
  5. Ada pemerataan pendapatan/kesejahteraan masyarakat
  6. Cenderung bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian
Pertumbuhan ekonomi
  1. Merupakan suatu keadaan atau kondisi
  2. Pendapatan nasional naik tanpa melihat kenaikan jumlah penduduk
  3. Mengabaikan perubahan struktur ekonomi
  4. Tidak disertai perkembangan IPTEK
  5. Mengabaikan pemerataan pendapatan/kesejahteraan masyarakat
  6. Cenderung bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan
Menghitung laju pertumbuhan ekonomi
Untuk menghitung laju pertumbuhan ekonomi dapat digunakan rumus :
Pertambahan GNP
Pertumbuhan ekonomi = ----------------------------------------------------- x 100 %
GNP tahun sebelumnya
Latihan Soal
Pada tahun 2004 diketahui GNP Suatu negara sebesar 200 triliun, dan GNP tahun 2005 sebesar 240 triliun. Hitunglah pertumbuhan ekonomi negara tersebut tahun 2005 !
Pertambahan GNP
Pertumbuhan ekonomi 2005 = ------------------------------------------------------ x 100 %
GNP tahun sebelumnya
GNP 2005 – GNP 2004
= -------------------------------------------- x 100 %
GNP 2004
240 triliun – 200 triliun
= ------------------------------------ -------------x 100 %
200 triliun
40 triliun
= ------------------------------------------------ x 100 %
200 triliun
= 20 %

PEMBANGUNAN EKONOMI

PEMBANGUNAN EKONOMI

a. Standar Kompetensi :
Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi
b. Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan tujuan pembangunan ekonomi
Indikator pembelajaran :
1. Mendeskripsikan pengertian dan tujuan pembangunan ekonomi
2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi
3. Mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan pembangunan ekonomi

Ringkasan materi :

Pembangunan Ekonomi
Suatu proses yang bertujuan untuk menaikkan pendapatan nasional suatu negara melebihi tingkat pertumbuhan penduduk
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembangunan ekonomi
  1. Sumber daya alam (SDA) sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi.
  2. Sumber daya manusia (SDM)yang jumlahnya besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas SDM menentukan besarnya produktivitas yang ada.
  3. Teknologi dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi
  4. Modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut.
  5. Sosial Budaya yang ada di dalam masyarakat
  6. Keadaan politik dan sistem yang berkembang
Dampak-dampak dari pembangunan ekonomi
Dampak positif :
Adanya perbaikan lingkungan hidup melalui pembangunan pemukiman sehingga banyak daerah pemukiman baru yang lebih sehat
Tersedianya sarana dan prasarana yang lebih baik, seperti : rumah sakit, sekolah, jalan raya, transportasi, dll
Adanya penerangan listrik yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi
Adanya perumahan yang layak bagi semua golongan masyarakat
Banyaknya industri-industri yang dapat menampung banyak tenaga kerja
Informasi yang cepat sampai karena berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi
Dampak negatif :
Timbulnya pencemaran baik air, tanah dan udara (polusi udara)
Rusaknya ekosistem yang dapat mengancam kelestarian alam
Lahan-lahan pertanian yang produktif banyak yang tergusur sehingga produksi pertanian menjadi berkurang
Adanya kesenjangan sosial dalam masyarakat

Masalah pembangunan ekonomi di Indonesia, antara lain :
Kemiskinan dan keterbelakangan
Pengangguran
Berbagai ketimpangan
APBN

APBN

Kompetensi dasar : Menjelaskan pengertian, fungsi, tujuan APBN dan APBD
Indikator :
  1. Menguraikan arti, fungsi dan tujuan APBN dan APBD.
  2. Mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan negara dan daerah.
  3. Menguraikan pengaruh APBN dan APBD terhadap perekonomian.
Ringkasan Materi
APBN adalah suatu daftar yang memuat rincian pendapatan dan pengeluaran negara untuk waktu tertentu, biasanya satu tahun
Fungsi APBN
1. Fungsi Alokasi.

Anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian.
2. Fungsi Distribusi.
APBN tidak selalu harus didistribusikan untuk kepentingan umum, melainkan dapat pula didistribusikan dalam bentuk dana subsidi dancdana pension. Pengeluaran ini disebut Transfer Payment yang dapat membatalkan pembiayaan ke salah satu sektor, kemudian dipindahkan ke sektor lain.
3. Fungsi Stabilisasi.
Anggaran negara menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.
4. Fungsi Otorisasi.
Anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.
5. Fungsi Perencanaan.
Anggaran negara menjadi pedoman bagi pemerintah dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
6. Fungsi Pengawasan.
Anggaran negara menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
Tujuan APBN
sebagai pedoman pendapatan dan pembelajaan negara dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat
Prinsip penyusunan APBN
1)
Berdasarkan aspek pendapatan
Mengintensifkan penerimaan sektor anggaran dalam jumlah dan ketetapan penyetoran, penagihan dan pemungutan piutang negara, tuntutan ganti rugi yang diderita oleh negara dan denda yang dijanjikan.
2) Berdasarkan aspek pengeluaran
Hemat, tidak boros, efisien, dan berdaya guna serta sesuai dengan kebutuhan teknis yang ada, terarah dan terkendali sesuai dengan anggaran dan program kegiatan serta membeli produk dalam negeri dengan memperhatikan kemampuan / potensi yang dimiliki
Asas penyusunan APBN
  • Kemandirian, didasarkan kemampuan negara, pinjaman LN hanya pelengkap
  • Penghematan, efisien dan produktifitas
  • Penajaman prioritas pembangunan, mengutamakan yng bermanfaat
Landasan hukum APBN
1. UUD 1945 pasal 23 ayat 1
2. UU No. 1 tahun 1994 tentang pendapatan dan belanja negara
3. Keppres RI No. 6 tahun 1994 tentang pelaksanaan APBN
Cara penyusunan APBN
Tiap departemen, lembaga/badan, organisasi yang dibiayai oleh keuangan negara mengajukan usul penerimaan dan pembiayaan kepada presiden. Pemerintah mengajukan RAPBN ke DPR, jika tidak disetujui maka menggunakan APBN tahun sebelumnya. RAPBN disahkan menjadi APBN melalui UU, pelaksanaanya diatur dengan Keppres

APBD
adalah rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Hubungan keuangan antara pusat dan daerah didasari oleh asas otonomi daerah
Landasan Hukum APBD
Pengaturan keuangan antara pusat dan daerah di atur dalam UU No. 25 tahun 1999 yang intinya adalah pembagian kewenangan dan fungsi antara pusat dan daerah. Undang – undang ini menganut prinsip money follows function, yang berarti jika kewenangan dilimpahkan ke daerah maka uang untuk mengelola kewenangan itu pun harus dilimpahkan ke daerah.
Tujuan APBD adalah sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran dalam melaksanakan kegiatan daerah untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja, dalam rangka meningkatkan perumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi masyarakat daerah
Cara Penyusunan APBD
Pemda mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD kepada DPRD. Pengambilan keputusan oleh DPRD selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. Setelah disetujui oleh DPRD, RAPBD ditetapkan menjadi APBD melalui Peraturan Daerah. Jika tidak disetujui, untuk membiayai keperluan setiap bulan, Pemda dapat melaksanakan pengeluaran setingi-tingginya sebesar angka APBD tahun sebelumnya. Setelah APBD ditetapkan, pelaksanaan dituangkan lebih lanjut dengan keputusan gubernur / bupati / walikota.
Faktor-faktor penentu besarnya APBD
  1. Kondisi awal suatu daerah
  2. Pertumbuhan penduduk
  3. Perkembangan Pendapatan Domestik Regional Bruto perkapita
  4. Tingkat Inflasi
  5. Pembangunan fasilitas umum baru
  6. Sumber pendapatan / investasi baru
  7. Perubahan peraturan pemerintah daerah
Pengaruh Serta Peran APBN dan APBD Terhadap Perekonomian
Melalui APBN dan APBD, maka dapat diketahui arah, tujuan, serta prioritas pembangunan yang akan dan sedang dilaksanakan. Pengeluaran pembangunan tersebut akan meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, sehingga akan meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi. Pengeluaran pembangunan juga diharapkan mampu meningkatksn SDA, sehingga memampukan manusia tersebut dalam menerapkan teknologi tinggi pada proses produksi, untuk meningkatkan hasil produksi, dan akhirnya semakin banyak barang dan jasa yang tersedia bagi masyarakat.
Struktur dasar APBN terbagi menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut:
I. Pendapatan Negara
Sumber pendapatan negara / pemerintah pusat
pada umumnya berasal dari:
1. Penerimaan perpajakan, yang meliputi:
a. Penerimaan Pajak dalam negeri, yang terdiri atas :
  • Pajak Penghasilan ( PPh )
  • Pajak Pertambahan Nilai ( PPn )
  • Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM)
  • Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB )
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan(BPHTB)
  • Cukai
  • Pajak-pajak lainnya
b. Penerimaan pajak perdagangan internasional, antara lain, bea masuk dan pajak ekspor
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP) yang terdiri atas:
a. Penerimaan sumber daya alam yang berasal dari minyak bumi , gas alam dan non migas
b. Bagian laba BUMN
3. Penerimaan pembangunan, terdiri atas 3 yaitu:
a. Pinjaman luar negeri yang biasanya berupa valas
b. Bantuan luar negeri yang berupa bantuan program atau bantuan proyek
c. Hibah

II. Belanja Negara /Pengeluaran pemerintah pusat
Pengeluaran atau belanja negara dapat dibedakan menjadi:
a. Pengeluaran rutin
Pengeluaran rutin adalah pengeluaran pemerintah yang sifatnya rutin yang ada setiap tahun, yang terdiri atas:
1. Belanja pegawai berupa gaji pegawai dan pensiun, tunjangan beras dan lauk-pauk, belanja pegawai dalam dan luar negeri;
2. Belanja barang dalam negeri dan luar negeri;
3. Subsidi yang meliputi subsidi BBM dan subsidi non BBM seperti
4. Subsidi untuk daerah otonom.
5. Pembayaran cicilan utang baik dalam negeri maupun utang luar negeri beserta bunganya

b. Pengeluaran pembangunan
adalah pengeluaran yang tidak rutin setiap tahun, pengeluaran ini sifatnya temporer, pengeluaran pembangunan terdiri atas:
1. Pembiayaan rupiah, yaitu pengeluaran pemerintah berupa barang atau uang secara langsung.
2. Bantuan proyek yaitu pengeluaran pemerintah berupa pembangunan unit-unit proyek.
c. Dana yang dialokasikan ke daerah, terdiri atas
  • 1. Dana pembangunan daerah
  • 2. Dana Alokasi Khusus ( DAK )
  • 3. Dana Alokasi Umum ( DAU )
  • 4. Dana otonomi khusus
STRUKTUR APBD
Sumber pendapatan daerah
terdiri dari :
  1. Sisa lebih dari perhitungan Anggaran tahun yang lalu
  2. Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) , terdiri dari :
  • 1. Hasil pajak daerah
  • 2. Hasil retribusi daerah
  • 3. Hasil BUMD dan kekayaan daerah
  • 4. PAD yang sah lainnya
C. Dana Perimbangan, terdiri atas :
  • 1. Dana Bagi hasil pajak /bukan pajak
  • 2. Dana Alokasi Umum ( DAU )
  • 3. Dana Alokasi Khusus ( DAK )
D. lain-lain pendapatan yang sah, misalnya dari hibah dan pendapatan dana darurat
Pengeluaran /Belanja Pemerintah Daerah, terdiri dari :
1. Belanja rutin
a. untuk administrasi umum
belanja pegawai, belanja barang, belanja perjalanan dinas, belanja pemeliharaan
b. Operasional dan pemeliharaan sarana dan prasarana umum
2. Belanja Investasi (pelayanan publik )
3. Belanja bagi hasil dan keuangan (pengeluaran transfer ) untuk angsuran pinjaman , bantuan dan dana cadangan
4. Belanja tak terduga
Istilah dalam APBN dan APBD
Dana Alokasi Khusus

adalah dana yang ditujukan untuk membantu kebutuhan khusus dengan memperhatikan ketersediaan dana APBN. Besar DAK ditetapkan setiap tahun dalam APBN yang diatur dalam peraturan pemerintah
Dana Alokasi umum
adalah dana yang ditujukan untuk tujuan pemerataan kemapuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Pengaturannya berdasarkan kewenangan daerah
Dana perimbangan
adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, yang terdiri atas dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus, sebagaimana dimaksud dalam undang-undang nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah
Pendapatan dana darurat
adalah dana yang bersumber dari APBN yang digunakan untuk mendanai kebutuhan dalam rangka terjadi peristiwa khusus seperi bencana alam.
Dana otonomi khusus
adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi khusus suatu daerah
Subsidi
adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada perusahaan/lembaga yang memproduksi, menjual, mengekspor, atau mengimpor barang dan jasa, yang memenuhi hajat hidup orang banyak sedemikian rupa, sehingga harga jualnya dapat dijangkau oleh masyarakat
Bea masuk
adalah pungutan yang dikenakan pada barang yang dimasukkan ke dalam daerah pabean.
Hibah
adalah dana bantuan dari luar negeri yang sifatnya gratis, karena bagi yang mendapatkannya tidak perlu mengembalikan
Dana bagi hasil
adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi adalah dana yang bersumber dari pajak dan sumber daya alam
KEBIJAKAN ANGGARAN
Sebagai pengatur kegiatan ekonomi nasional, pemerintah perlu membuat kebijakan anggaran , yaitu kebijakan untuk mengatur APBN agar sesuai dengan arah dan laju pertumbuhan ekonomi yang diharapkan
Macam-macam kebijakan anggaran
1. Anggaran Berimbang, yaitu bentuk anggaran dimana realisasi pendapatan negara sama dengan jumlah realisasi pengeluaran/belanja negara
2. Anggaran Defisit, yaitu bentuk anggaran dimana jumlah realisasi pedapatan negara lebih kecil daripada realisasi pengeluaran /belanja negara dan memang sudah direncanakan untuk defisit
3. Anggaran Surplus
yaitu bentuk anggaran dimana jumlah realisasi pendapatan lebih besar daripada realisasi pengeluaran, dan memang sudah direncanakan surplus
4. Anggaran Dinamis, yaitu bentuk anggaran dimana jumlah penerimaan dari tahun ke tahun ditingkatkan dan terbuka pada pengeluaran yang meningkat s ehingga anggaran pendapatan dan belanja selalu kembali dalam keadaan seimbang
Tujuan kebijakan anggaran
Untuk menentukan arah , tujuan, dan prioritas pembangunan nasional serta pertumbuhan ekonomi agar dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat

Contoh soal :
1. Diketahui data APBN tahun 2005 dalam Triliun Rupiah sebagai berikut :
  • Penerimaan rutin = 263,4 Triliun
  • Pengeluaran rutin = 234,1 Triliun
  • Penerimaan pembangunan = 36,6 Triliun
  • Pengeluaran pembangunan = 45,9 Triliun
Berdasarkan data diatas , analisislah keadaan APBN !
Jawab
Penerimaan negara = penerimaan rutin + penerimaan pembangunan
= 263,4 Triliun + 36, 6 Triliun
= 300 Triliun
Pengeluaran negara = pengeluaran rutin + pengeluaran pembangunan
= 234,1 Triliun + 45,9 Triliun
= 280 Triliun
Jadi karena penerimaan negara lebih besar daripada pengeluaran negara , maka keadaan APBN mengalami surplus sebesar 20 Triliun
JENIS-JENIS PENGANGGURAN

JENIS-JENIS PENGANGGURAN

Kompetensi Dasar : Mengklasifikasikan ketenagakerjaan
Indikator :
1. mendeskripsikan pengangguran
2. mengidentifikasi jenis pengangguran dan sebab-sebabnya
3. mendeskripsikan cara mengatasi pengangguran
Ringkasan Materi
Pengangguran
adalah Golongan angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru
Penyebab terjadinya pengangguran, antara lain :
  1. Pertumbuhan penduduk yang cepat
  2. Menurunnya tingkat permintaan tenaga kerja
  3. Angkatan kerja tidak mampu memenuhi kualifikasi yang diminta oleh dunia kerja
  4. Perkembangan teknologi tidak diimbangi oleh ketrampilan dan pendidikan
  5. Tidak adanya kecocokan upah
  6. Tidak memiliki kemauan wirausaha
  7. Ketidakberhasilan sektor industri kecil
  8. Ketidakstabilan keadaan perekonomian, politik dan keamanan negara
  9. Kurangnya informasi mengenai lowongan kerja
a. Jenis Pengangguran Menurut Sebab terjadinya
1. Pengangguran siklis/konjungtur :
disebabkan oleh siklus ekonomi atau merosotnya kegiatan perekonomian, misalnya : terjadinya krisis ekonomi global membuat banyak perusahaan bangkrut yang berimbas pada PHK karyawan
Cara mengatasi :
  • Peningkatan daya beli masyarakat
  • Mengarahkan permintaan masyarakat untuk membeli barang dan jasa
  • Memperluas pasar barang dan jasa
  • Mengatur suku bunga bank agar tidak terlalu tinggi
2. Pengangguran struktural:
disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi suatu negara, misalnya: perubahan dari sektor agraris ke industri sehingga terjadi pengangguran di sektor agraris
Cara mengatasi :
  • Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
  • Mendirikan industri padat karya
  • Meningkatkan mobilitas modal dan tenaga kerja
  • Memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang berlebihan ke tempat dan sektor yang kekurangan
3. Pengangguran Teknologi:
disebabkan adanya modernisasi /kemajuan teknologi dalam berproduksi, misalnya : pabrik yang dulu menggunakan tenaga kerja manusia diganti dengan mesin mesin, akibatnya mengurangi tenaga kerja manusia
Cara mengatasi :
  • Mempersiapkan masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan cara memasukkan materi kurikulum pelatihan teknologi di sekolah.
  • Pengenalan teknologi sejak dini
  • Pelatihan tenaga pendidik untuk penguasaan teknologi
4. Pengangguran Friksional:
disebabkan adanya kesulitan temporer, yaitu pergeseran yang tiba-tiba terjadi pada penawaran dan permintaan tenaga kerja sehingga sulit mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja yang ada. Misalnya : pekerja yang berkeinginan memperoleh pekerjaan yang lebih baik, selama proses seleksi ia akan menunggu maka ia dapat dikategorikan sebagai pengangguran friksional
Cara mengatasi :
  • Memberikan informasi yang lengkap tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja
  • Menyusun rencana penggunaan tenaga kerja sebaik mungkin
  • Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM
5. Pengangguran Musiman :
disebabkan adanya pergantian/perubahan musim, biasanya terjadi di daerah pertanian, misalnya : petani yang menunggu musim panen, maka ia akan menganggur untuk sementara waktu
Cara mengatasi :
  • Pemberian informasi yang jelas tentang adanya lowongan kerja pada bidang lain
  • melakukan pelatihan keterampilan tenaga kerja di waktu luang
  • mengadakan pelatihan kerja
6. Pengangguran Voluntary/sukarela :
disebabkan adanya orang yang sebenarnya masih dapat bekerja tetapi dengan sukarela tidak bekerja, sebab ia memperoleh penghasilan dari harta/kekayaan mereka, misalnya: seorang yang menyewakan rumah
Cara mengatasi :
  • Menarik Investor baru
  • Pengembangan transmigrasi
  • Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM
7. Pengangguran Deflasioner :
disebabkan karena lowongan pekerjaan tidak cukup untuk menampung pencari kerja
Cara mengatasi :
  • Pelatihan tenaga kerja
  • Menarik investor baru
  • Pengembangan transmigrasi
b. Jenis Pengangguran Menurut Sifatnya
1. Pengangguran Terbuka

adalah orang yang sama sekali tidak bekerja dan tidak berusaha mencari pekerjaan
2. Setengah Menganggur
adalah orang yang bekerja tetapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari jam kerja, produktivitas kerja, dan penghasilannya, misalnya :
-pekerjaan yang seharusnya dilakukan 2 orang dikerjakan 4 orang, berarti 2 orang diantaranya adalah setengah menganggur
- orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dapat dikatakan setengah menganggur
3. Pengangguran Terselubung
tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu, misalnya : seorang sarjana yang bekerja sebagai tukang parkir mobil
Menghitung angka pengangguran
Menggunakan rumus :

Jumlah pengangguran
Angka pengangguran = ---------------------- --------------------------------- x 100 %
jumlah angkatan kerja
contoh Soal :
Jumlah pengangguran di RT 5 RW 3 Wonokromo adalah 900 jiwa dan jumlah angkatan kerjanya 4.500 jiwa. Hitunglah angka pengangguran !
Jawab :
Angka pengangguran :
jumlah pengangguran
= ------------------------------------- x 100%
Jumlah angkatan kerja
900
= -------------------- x 100 %
4.500

= 20 %

Dampak-dampak Pengangguran
1.Dampak Ekonomi , antara lain :
  • menurunnya tingkat pendapatan masyarakat
  • menurunnya hasil produksi
  • terhambatnya pertumbuhan ekonomi
  • penghasilan pajak negara menurun.
2. Dampak Sosial , antara lain :
  • naiknya tingkat kriminalitas
  • naiknya jumlah orang stres
  • naiknya jumlah orang bunuh diri
3. Dampak Individu dan Keluarga, antara lain :
  • retaknya hubungan keluarga
  • turunnya status sosial,
  • hilangnya harga diri,
KUALITAS TENAGA KERJA DAN SISTEM UPAH

KUALITAS TENAGA KERJA DAN SISTEM UPAH

Kompetensi Dasar : Mengklasifikasikan ketenagakerjaan
Indikator :
1. mengidentifikasi upaya peningkatan kualitas tenaga kerja
2. mengidentifikasi macam-macam sistem upah

Ringkasan Materi
Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja :
1. Melalui sektor formal, contohnya:
a. melalui pendidikan di sekolah
2. Melalui sektor informal, contohnya:
a. magang di perusahaan
b. kursus / pelatihan kerja
c. perbaikan gizi

Sistem Upah
  • Sistem upah merupakan kebijakan dan strategi yang menentukan kompensasi yang diterima pekerja.
  • Kompensasi merupakan bayaran atau upah yang diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atas hasil kerja mereka.
  • Bagi pekerja, masalah sistem upah menjadi penting karena menyangkut keberlangsungan dan kesejahteraan hidup mereka
  • Bagi perusahaan, upah menjadi biaya yang paling besar dalam biaya operasi sehingga dapat menjadi penentu harga produknya di pasaran
  • Konsekuensi logis dua kepentingan tersebut - sistem upah harus sesuai dengan kebutuhan pekerja dan kemampuan perusahaan. Oleh karena itu digunakan Upah Minimum Regional (UMR).

Sistem Upah di Indonesia
  1. Upah menurut waktu , upah yang didasarkan pada lamanya bekerja seseorang, co: upah harian, mingguan, bulanan
  2. Upah Prestasi , upah yang didasarkan pada hasil-hasil prestasi kerja karyawan
  3. Upah Skala , upah berdasarkan perubahan hasil produks
  4. Upah Indeks , upah berdasarkan perubahan-perubahan harga barang kebutuhan sehari-hari
  5. Upah Premi , upah selain diterima setiap bulan juga ditambah dengan premi yang diterima setiap akhir tahun
  6. Upah Co-partnership, upah yang berdasarkan kepemilikan saham karyawan
  7. Upah Komisi , upah berdasarkan persentase hasil penjualan

Fasilitas dan Tunjangan Pekerja
  1. Selain menerima gaji, pekerja biasanya juga menerima berbagai fasilitas-fasilitas dan tunjangan kerja
  2. Tunjangan dan fasilitas ini merupakan kompensasi tidak langsung yang diberikan perusahaan kepada karyawannya.
  3. Ada beberapa tunjangan yang diberikan langsung seperti Asuransi, namun ada juga tunjangan yang diganti oleh perusahaan dalam bentuk uang, misalnya uang kuliah yang dibiayai perusahaan.
  4. Biasanya tunjangan yang diterima pekerja bernilai sepertiga dari total upah dan gajinya
  5. Karena menambah penghasilan maka dalam perhitungan pajaknya, tunjangan dan fasilitas dianggap sebagai Penghasilan Kena Pajak.
Perbedaan Upah
Faktor-faktor yang menentukan perbedaan upah adalah :
  1. Perbedaan tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki
  2. Perbedaan pengalaman kerja
  3. Jumlah keuntungan perusahaan
  4. Besar kecilnya perusahaan
  5. Tingkat efisiensi dan manajemen perusahaan
  6. Keberadaan serikat pekerja
  7. Kelangkaan tenaga kerja dan resiko kerja
Usaha-usaha meningkatkan kesempatan kerja yang dilakukan pemerintah
  1. Menggalakkan pendidikan SMK
  2. Mendirikan kursus-kursus
  3. Mendirikan balai latihan kerja
  4. Mengadakan kegiatan pembangunan yang bersifat padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja
  5. Mendirikan usaha industri di daerah-daerah
  6. Pengiriman TKI ke luar negeri
  7. Program transmigrasi
  8. Mengadakan pameran bursa kerja
  9. Memberikan pinjaman lunak dengan bunga rendah
  10. Membina UKM
  11. Menggalakkan pemakaian produksi dalam negeri
KONSUMSI

KONSUMSI

Pengertian dan Tujuan Konsumsi
Dalam kegiatan tertentu Anda sering mendengar istilah konsumsi, di mana tugas dari konsumsi adalah menyediakan makan dan minum. Dari contoh di atas berarti konsumsi adalah kegiatan makan dan minum. “Apakah konsumsi hanya berhubungan dengan makan dan minum saja?”. Konsumsi mempunyai pengertian kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna/manfaat suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan secara langsung. Dari pengertian tersebut tentu Anda akan menjawab pertanyaan berikut ini. “Apakah menonton televisi termasuk kegiatan konsumsi?”.

Agar mudah membedakan apakah suatu kegiatan merupakan kegiatan konsumsi atau bukan, maka Anda harus memahami ciri-ciri barang untuk konsumsi sebagai berikut:
1. barang yang digunakan dalam kegiatan konsumsi merupakan barang konsumsi.
2. ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan.
3. barang yang dipergunakan akan habis atau berkurang.

Sebelum membaca uraian berikutnya, Anda pilih dari tiga kegiatan berikut mana yang termasuk kegiatan konsumsi:
1. Tono mengangkut pasir dari sungai ke material.
2. Badu menonton film di bioskop.
3. Pak Toni menggunakan pupuk urea pada kebun singkongnya.
Jawaban yang benar adalah no. 2.

Setelah Anda dapat menentukan jawaban soal di atas, selanjutnya kita akan membahas tujuan dari kegiatan konsumsi. Ada empat tujuan kegiatan konsumsi:
1. mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap.
2. menghabiskan nilai guna barang sekaligus.
3. memuaskan kebutuhan secara fisik.
4. memuaskan kebutuhan rohani.

Agar pengertian Anda akan tujuan konsumsi makin tertanam, perhatikan kembali soal di atas. Apakah jawaban no. 2 tersebut menurut Anda termasuk tujuan konsumsi?

Guna dan Nilai Barang/Jasa
Cobalah Anda ingat kembali pengertian dari konsumsi sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Dari pengertian itu tampaklah bahwa setiap barang dan jasa yang dikonsumsi memiliki nilai/kegunaan. Misalkan Anda mengkonsumsi nasi, maka nasi bagi Anda memiliki nilai/kegunaan. “Apakah yang dimaksud nilai/kegunaan?” Nilai atau kegunaan adalah kemampuan suatu benda atau jasa untuk digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan.
Berikut ini adalah beberapa macam kegunaan yang meliputi:
1. Kegunaan unsur (element utility), artinya suatu benda memiliki kegunaan dilihat dari unsur benda tersebut. Contoh: terigu yang dipergunakan untuk membuat kue.
2. Kegunaan tempat (place utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dipindahkan tempatnya. Contoh: Pasir yang dipindahkan dari sungai ke toko bangunan.
3. Kegunaan waktu (time utility), artinya benda itu memiliki kegunaan apabila dipakai sesuai waktunya. Contoh: Payung digunakan pada saat hujan.
4. Kegunaan bentuk (form utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dirubah bentuknya. Contoh: Kayu gelondongan dirubah menjadi meja.
5. Kegunaan kepemilikan (ownership utility), artinya benda itu berguna jika telah dimiliki. Contoh: Mesin jahit yang dibeli dari toko mesin jahit.
6. Kegunaan pelayanan (service utility), artinya pelayanan atau service itu berguna jika diberikan. Contoh: Dokter mengobati pasiennya.

Selanjutnya nilai barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua macam nilai:
1.Nilai pakai
Jika Anda menulis di buku pakai pensil, dikatakan pensil yang digunakan memiliki nilai pakai. Jadi apakah yang dimaksud dengan nilai pakai itu? Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang dan jasa untuk digunakan oleh konsumen. Nilai pakai terbagi atas nilai pakai subjektif, yaitu nilai barang atau jasa yang ditinjau dari penggunaan barang atau jasa. Nilai pakai objektif adalah nilai barang atau jasa yang ditinjau dari barang atau jasa tersebut. Coba Anda perhatikan contoh berikut. Cangkul bagi petani memiliki nilai pakai subjektif dan bagi bangsa Indonesia mempunyai nilai pakai objektif.
2.Nilai tukar
Apakah yang dimaksud dengan nilai tukar? Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan barang lain. Nilai tukar terbagi atas nilai tukar objektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan barangnya. Nilai tukar subjektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan orang yang menukarkannya. Contoh: Orang yang hobi dengan lukisan akan mempunyai penilaian yang berbeda dengan orang yang tidak suka lukisan.

Teori Nilai Tukar Objektif
Nilai tukar objektif menurut beberapa pandangan teori nilai dinyatakan sebagai berikut.
1. Teori Nilai Biaya (Adam Smith)
Teori ini menekankan besarnya nilai suatu benda ditentukan oleh jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang/jasa tersebut.
2. Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja (David Ricardo)
Teori ini lebih menekankan bahwa besarnya nilai suatu barang sangat ditentukan oleh besarnya upah tenaga kerja untuk memproduksi barang tersebut.
3. Teori Nilai Tenaga Kerja Masyarakat (Karl Marx)
Menurut teori ini nilai suatu barang ditentukan oleh besarnya biaya rata-rata upah tenaga kerja masyarakat.
4. Teori Nilai Biaya Reproduksi (Carey)
Menurut teori ini nilai suatu barang berdasarkan biaya yang dikeluarkan bila barang tersebut diproduksi kembali.
5. Teori Nilai Pasar (Humme dan Lock)
Berdasarkan teori ini besar kecilnya nilai suatu barang sangat dipengaruhi oleh terbentuknya harga pasar.

Teori Perilaku Konsumen
a. Hukum Gossen I
Sebelum membahas lebih lanjut teori perilaku konsumen, coba Anda perhatikan orang yang sedang kehausan dan disediakan 5 gelas air. Apa yang dilakukan orang tersebut dengan 5 gelas air tersebut? Tentunya orang tersebut akan terus menerus meminumnya hingga dia merasa mendapatkan suatu kepuasan yang tinggi.

Menurut Anda apakah seseorang yang kehausan akan meminum semua gelas? Jawaban Anda pasti tidak. Dengan demikian nilai kepuasan gelas pertama dengan gelas yang berikutnya memiliki nilai kepuasan yang berbeda. Hal ini oleh Hermann Henrich Gossen diungkapkan dalam Hukum Gossen I yang menyatakan “Jika pemenuhan suatu kebutuhan dilakukan secara terus menerus, maka kenikmatan atas pemenuhan itu semakin lama akan semakin berkurang hingga akhirnya dicapai titik kepuasan”.
Hukum Gossen I berlaku dengan syarat:
• benda yang dikonsumsi satu macam dan sejenis.
• pemenuhan berlangsung secara terus menerus, tanpa tenggang waktu.
Hukum Gossen I tidak berlaku apabila:
• benda yang dikonsumsi berbeda macam dan jenisnya.
• terdapat jarak waktu antara pemenuhan pertama dengan kedua dengan orang yang berbeda-beda.
• tidak berlaku untuk benda-benda yang termasuk narkoba.

b. Hukum Gossen II
Dalam pemenuhan kebutuhan tentunya tidak semua orang hanya memenuhi satu kebutuhan saja. Misalkan Anda mempunyai uang sebesar Rp. 10.000,00. Apakah uang Anda akan dibelikan makanan seluruhnya? Tentunya Anda tidak akan menghabiskan uang Anda seluruhnya untuk membeli makanan. Sebagai seorang pelajar Anda akan menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lainnya seperti membeli buku tulis, buku bacaan, alat tulis. Hal ini menunjukkan bahwa jika orang melakukan pemenuhan kebutuhan maka akan memperhatikan berbagai macam kebutuhan lainnya, dan berusaha mencapai kepuasan yang mendekati sama dari berbagai macam pemenuhan kebutuhan tersebut. Kecenderungan pemenuhan kebutuhan tersebut dituangkan dalam Hukum Gossen II yang menyatakan “Pada dasarnya manusia cenderung memenuhi berbagai macam kebutuhan sampai pada tingkat intensitas (tingkat kepuasan) yang sama”.

Untuk lebih memahami Hukum Gossen II ini, kita uraikan contoh uang Rp. 10.000,00 di atas. Misalkan dari uang Rp. 10.000,00 Anda gunakan untuk makan Rp. 3.500,00 dengan nilai kepuasan 7, untuk buku tulis dan alat tulis Rp. 4.000,00 dengan nilai kepuasan 6, untuk naik kendaraan Rp. 1.000,00 dengan nilai kepuasan 6,5 untuk buku bacaan Rp. 1.500,00 dengan nilai kepuasan 7.
Dari contoh di atas, Anda telah mengalokasikan uang secara rasional dan wajar, hingga masing-masing kebutuhan dapat dipenuhi dengan nilai kepuasan yang mendekati sama yaitu antara 6 sampai dengan 7.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi
Agar dapat melakukan konsumsi seseorang harus mempunyai barang atau jasa untuk dikonsumsi yang dapat diperoleh dengan menggunakan alat tukar berupa uang. Banyaknya barang yang dikonsumsi tergantung banyaknya barang yang tersedia di masyarakat serta harga barang tersebut.
Oleh karena itu besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
1. kemampuan masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi,
2. besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan, dan
3. tingkat harga barang-barang
4. besarnya selera dan intensitas kebutuhan
5. banyaknya jumlah dan jenis barang substitusi


Bentuk Badan Usaha

Bentuk Badan Usaha


Badan Usaha
adalah kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang bertujuan mencari laba atau memberi pelayanan kepada masyarakat

Perusahaan
adalah kesatuan teknis dalam produksi yang bertujuan menghasilkan barang dan jasa
Perbedaan badan Usaha dengan Perusahaan

Bentuk-bentuk badan usaha
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.

Keunggulan:
1. relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
2. tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan tertentu
3. seluruh keuntungan dinikmati sendiri
4. jangka waktu badan usaha tidak terbatas
5. sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan
6. Pemilik bebas mengatur perusahaan sesuai dengan pandangannya.
7. Rahasia perusahaan bisa lebih terjamin.
8. Saat menghadapi masalah, pemilik dapat mengambil keputusan dengan cepat.

Kelemahan :
1. Kemampuan tenaga dan modal terbatas, karena hanya didirikan oleh seorang diri.
2. Kesinambungan badan usaha perseorangan kurang terjamin, karena hanya tergantung oleh pemilik tunggal.
3. Segala tanggung jawab dan risiko badan usaha perseorangan dipikul sendiri, dengan jaminan seluruh harta pribadi
4. keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih

2. FIRMA
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
Keunggulan :
1. Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
2. Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
3. Pendiriannya tidak memerlukan akte pendirian
4. Mudah memperoleh kredit usaha
5. Kelangsungan firma lebih terjamin karena tidak tergantung pada seorang saja.
6. Dapat dilakukan pembagian kerja dalam kepemimpinan, sesuai dengan kecakapan para anggota
7. Dapat mengumpulkan modal yang lebih besar.
8. Risiko firma tidak hanya ditanggung seorang diri, melainkan ditanggung bersama oleh para anggota.

Kelemahan :
1. Kerugian akibat perbuatan salah seorang pemilik ditanggung anggota lain karena semua resiko firma ditanggung bersama.
2. Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
3. Kalau ada perbedaan pandangan diantara pemilik, ada kemungkinan akan timbul perselisihan dalam menjalankan firma
4. Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.

3. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.
Keanggotaan dalam CV :
1. Anggota aktif: anggota yang bertindak sebagai pengelola perusahaan. Anggota ini bertanggung jawab penuh atas jalannya CV. Apabila CV bangkrut, maka seluruh kekayaan pribadi anggota aktif digunakan untuk melunasi utang-utang perusahaan.
2. Anggota pasif: juga disebut sekutu komanditer atau anggota pasif. Anggota ini hanya sebagai penanam modal CV. Apabila CV bangkrut anggota ini berhak menuntut modalnya kepada anggota aktif

Keunggulan :
1. modal besar karena didirikan banyak pihak
2. mudah mendapatkan kredit pinjaman
3. ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
4. Pendirian CV relatif mudah, karena biasanya sebelumnya sudah terbentuk badan usaha yang lain.
5. Modal yang dikumpulkan bisa lebih besar daripada kalau berbentuk usaha perseorangan.
6. Pengelolaan CV bisa lebih baik daripada kalau berbentuk badan usaha perseorangan.

Kelemahan :
1. sebagian anggota (sekutu aktif) mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas, sedangkan sebagian anggota lain (sekutu diam) mempunyai tanggung jawab yang terbatas.
2. kelangsungan hidup CV sewaktu-waktu dapat terganggu karena para sekutu diam tidak ikut memikirkan jalannya CV
3. ada kesulitan bagi sekutu diam untuk menarik kembali modal yang telah disetorkan.


4. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / perseroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

Keunggulan :
1. Mudah mengumpulkan modal dalam jumlah besar. PT mengeluarkan banyak saham yang nilai nominalnya relatif kecil, sehingga saham tersebut dapat dibeli oleh anggota masyarakat secara lebih luas
2. Kepemilikan mudah berpindah tangan
3.Tanggung jawab pemilik modal terbatas. Maksudnya, apabila badan usaha menderita kerugian maka pemilik tidak turut bertanggung jawab sampai harta pribadinya. Tanggung jawab pemilik terbatas pada saham yang ditanamkan.
4. Lebih efisien dalam kepemimpinan badan usaha
5. kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
6. modal dan ukuran perusahaan besar
7. kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham
8. dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
9. mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan
10. keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen

Kelemahan :
1. Biaya untuk mendirikan PT cukup besar.
2. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk mendirikan PT
3. sulit untuk membubarkan PT
4. Biaya organisasi PT relative lebih sulit jika dibandingkan dengan badan usaha yang lain.
5. Rahasia badan usaha kurang terjamin.
6. kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
7. Pajaknya besar

5. KOPERASI
Koperasi adalah badan usaha rakyat yang memiliki organisasi berciri kekeluargaan. Kegiatan koperasi dilaksanakan berdasarkan prinsip koperasi sebagai salah satu gerakan untuk membangun ekonomi rakyat.
Keunggulan koperasi :
1. Menghindarkan resiko barang tidak laku
2. Tidak perlu iklan karena biasanya sudah ada pembelinya
3. Persediaan barang tidak berlebihan karena permintaan konsumen stabil

Kelemahan koperasi :
1. Modalnya terbatas
2. Biasanya manajemennya lemah
3. Rahasia tidak terjamin, karena diberitahukan kepada semua anggota
4. Sering terjadi pertentangan antara pengurus dan anggota

6. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara, kecuali ditentukan lain berdasarkan UU.

Keunggulan :
Menghasilkan keuntungan yang cukup besar bagi Negara, karena hasil produksinya memiliki nilai jual yang tinggi.

7. Kelemahan:
bila salah satu perusahaan yang ada dalam BUMN mengalami kerugian, maka pemerintah harus mensubsidinya, karena biasanya perusahaan ini sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak

Bentuk badan usaha yang lain
Kartel
adalah gabungan dari beberapa badan usaha untuk tujuan tertentu. Tujuan penggabungan bisa berupa menyeragamkan harga, jumlah produksi tiap unit, pembagian daerah pemasaran.

Trust atau Merger
bentuk gabungan beberapa perusahaan, menjadi satu perusahaan, sehingga menjadi perusahaan baru yang lebih besar dan kuat

Holding Company atau Akuisisi
Suatu perusahaan membeli kepemilikan perusahaan lain sebesar minimal 51% dari nilai totalnya, sehingga menguasai manajamen perusahaan yg dibeli kepemilikannya itu.

Concern atau Sindikasi
penggabungan perusahaan dengan tujuan utama konsentrasi untuk memperoleh sumber pembelanjaan, memberi pinjaman atau membeli perusahaan.

Konglomerasi
kepemilikan dari beberapa perusahaan baik sejenis, satu rumpun, atau berlainan jenis oleh satu orang atau satu grup pemilik

Aspek Badan Usaha Perusahaan
Badan usaha
Tujuan : Mencari laba atau memberi pelayanan
Fungsi : Kesatuan organisasi untuk mengurus perusahaan
Bentuk: Yuridis/hukum dapat berbentuk PT, CV, Firma, koperasi
Perusahaan
Tujuan : menghasilkan barang dan jasa
Fungsi : alat perusahaan untuk mencapai tujuan
bentuk : pabrik, bengkel, unit produksi

jadi perusahaan merupakan bagian dari badan usaha

Jenis badan Usaha Berdasarkan bidang kegiatannya
1. Bidang Ekstraktif adalah kegiatan yang bergerak dalam bidang pengumpulan kekayaan alam, yang telah tersedia tanpa merubah sifatnya. Contoh: pertambangan, pengambilan pasir di sungai, penebangan kayu di hutan dan penangkapan ikan laut. Badan usaha yang bergerak dalam bidang ini contohnya: PT. Garam, PDAM,

2. Bidang Agraris adalah kegiatan yang bergerak dalam bidang pengolahan alam (tumbuhan dan hewan) untuk menghasilkan barang baru. Contoh: pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan darat. Badan usaha yang bergerak dalam bidang ini contohnya: PTPN,

3. Bidang Industri dan Kerajinan adalah kegiatan yang bergerak dalam bidang pengolahan suatu bahan menjadi bentuk bahan/barang lain. Contoh: pabrik pengolahan kayu, pabrik pengolahan hasil laut dan lain-lain. Badan usaha dalam bidang ini contohnya: PT. Semen Gresik, PT. Unilever, PT. Gudang Garam

4. Bidang Perdagangan adalah kegiatan yang bergerak di bidang jual-beli barang hingga terjadi perpindahan hak milik barang tersebut. Contoh: pedagang keliling, toko swalayan, agen, grosir, eksport-import. Badan usaha dalam bidang ini contohnya: Ramayana, Carrefour, Giant, Matahari

5. Bidang Jasa adalah kegiataan yang bergerak di bidang pelayanan jasa. Contoh: usaha angkutan, perhotelan, perbankan, asuransi, salon dan lain-lain. Badan usaha di bidang ini contohnya, Bank BCA, PT. Telkom, PT. Jasa Marga

Jenis badan Usaha Berdasarkan kepemilikan modalnya
BUMS , modalnya milik swasta, contohnya:Maspion, Gudang Garam
BUMN , modalnya milik Pemerintah pusat , contohnya: PLN
BUMD , modalnya milik Pemerintah daerah , contohnya :Bank Jatim

Jenis badan usaha berdasarkan wilayah negara
PMDN , berasal dari dalam negara sendiri
PMA, berasal dari Pihak Asing /warganegara lain

FUNGSI BADAN USAHA
1. Fungsi Komersial
Berkaitan dengan usaha untuk menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing atau memberikan pelayanan yang berkualitas pada pelanggan

2. Fungsi sosial
berhubungan dengan manfaat badan usaha secara langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat, seperti penyediaan lapangan kerja, alih teknologi dan pengetahuan pekerja, perbaikan lingkungan hidup

3. Fungsi Ekonomi
badan usaha merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional antara lain: peningkatan ekspor, pemerataan pembangunan

Peran Badan usaha swasta dalam perekonomian
1.Sebagai mitra BUMN
2. Sebagai penambah hasil produksi nasional
3. Sebagai pembuka kesempatan kerja
4. Sebagai penambah kas Negara / pendapatan nasional
FUNGSI MANAJEMEN

FUNGSI MANAJEMEN

Kompetensi Dasar : Menjelalaskan fungsi manajemen dalam pengelolaan usaha
Indikator :
1. Mendeskripsikan prinsip dan fungsi manajemen
2. Mendeskripsikan bidang-bidang manajemen

Ringkasan Materi :

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Agar dapat membuat rencana secara teratur dan logis, sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya.

2. Pengorganisian (Organizing)
Pengorganisasian berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antarbagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan struktur tersebut. Pengorganisasian bertujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.

3.Menggerakkan (Actuating)
Menggerakkan atau Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Didalam Actuating terdapat pula tindakan pengarahan ( Directing)

4. Pengawasan (Controlling )
Pengawasan merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam tindakan controlling terdapat tindakan pengevaluasian ( Evaluating)

Bentuk-bentuk Organisasi
1. Organisasi Garis
Organisasi tertua, paling sederhana, biasanya digunakan dalam organisasi militer. Penciptanya Henry Fayol. Cirinya : organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit, karyawan saling kenal, spesialisasi kerja belum tinggi

2. Organisasi Garis dan Staf
Penciptanya Harrington Emerson. Cirinya : terdapat satu atau lebih staf / ahli pada bidang tertentu, organisasinya besar, daerah kerjanya luas, mempunyai bidang-bidang tugas yang beragam dan rumit, serta jumlah karyawan yang banyak.

3. Organisasi Fungsional
Penciptanya F.W Taylor, cirinya : beberapa pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

Gaya Kepemimpinan
1. Otoriter, adalah pemimpin yang mengambil keputusan tanpa melibatkan bawahan. Dia menganggap hubungan pimpinan dan bawahan adalah majikan dan buruh

2. Demokratis, adalah pemimpin yang mengakomodasikan pendapat arus bawah dalam pengambilan keputusan. Dia menganggap dirinya dan bawahannya adalah satu tim

3. Liberal / Bebas, adalah pemimpin yang memberikan kebebasan bawahan dalam pengambilan keputusan

Bidang-Bidang Manajemen
1. Manajemen Produksi
2. Manajemen Pemasaran
3. Manajemen Keuangan
4. Manajemen Sumber Daya Manusia/ Personalia
5. Manajemen Administrasi Kantor /Akuntansi

TINGKATAN MANAJEMEN

Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ” ménagement ”, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur
1. Manajemen dilihat dari Segi Seni (Art) :
Dikemukakan oleh Mary Parker Follet yang mengatakan bahwa manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
2. Manajemen dilihat dari Segi Ilmu Pengetahuan :
Dikemukakan oleh Luther Gulick mengatakan bahwa manajemen adalah bidang pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
3. Manajemen dilihat dari segi proses :
Dikemukakan oleh James A.F. Stoner yang mengatakan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Pengertian manajemen secara umum :
Kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam rangka mencapai tujuan melalui kerjasama dengan orang lain
Sejarah Manajemen
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia , yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Henry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.

Unsur-Unsur Manajemen
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan unsur-unsur /alat-alat sarana yang dikenal dengan 6M, yaitu :
  1. Men, sumber daya manusia
  2. Money, uang
  3. Materials, bahan baku
  4. Machines, mesin
  5. Method, tata cara
  6. Markets , pasar
TINGKATAN MANAJEMEN



1, Top manajemen / manajemen puncak, tingkat tertinggi dalam manajemen
contoh: Direktur, direksi, GM, CEO
2. Middle Management / manajemen menengah
contoh : kepala Dvisi, kepala bagian, kepala pabrik
3. First line/ lower management/ manajemen bawah
contoh : supervisor, mandor
Perbandingan kinerja masing-masing tingkatan manajeman :
Semakin tinggi tingkat manajemen, maka pekerjaan semakin abstrak, pekerjaan lebih banyak menggunakan pikiran, pennghasilannya semakin besar
Sebaliknya,
Semakin rendah tingkat manajemen, maka pekerjaan lebih jelas, pekerjaan lebih banyak menggunakan fisik, penghasilannya semakin kecil

KELANGKAAN

KELANGKAAN


Ringkasan Materi :
Kelangkaan yaitu kondisi dimana barang dan jasa yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota masyarakat dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan dikarenakan kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan
( barang dan jasa ) terbatas
Faktor-faktor Penyebab Kelangkaan
1. Sumber daya alam yang ada jumlahnya terbatas
2.
Kerusakan sumber daya alam akibat ulah manusia
3.
Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya yang ada
4.
Peningkatan kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan pemuas kebutuhan
5.
Kerusakan sumber daya alam karena terjadinya bencana alam
Upaya mengatasi kelangkaan
1. Tidak merusak sumberdaya alam yang ada
2.
Memperbaharui sumber daya alam yang dapat diperbaharui
3.
Menghemat penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui
4.
Menggunakan teknologi yang lebih baik untuk mengolah sumber daya alam yang ada
Macam-Macam Barang
A. Menurut Cara penggunaanya :
1.
Barang Produksi adalah barang yang digunakan dalam proses produksi. contoh : bahan baku (gandum untuk produksi roti), mesin tekstil untuk memintal kain, truk untuk mengangkut bahan baku
2. Barang Konsumsi adalah barang yang dapat dikonsumsi secara langsung untuk memenuhi kebutuhan contoh : makanan, minuman, pakaian
B. Menurut fungsinya :
1. Barang Subtitusi
, adalah barang yang fungsinya dapat saling menggantikan, contoh : nasi dan jagung, bus kota dan mikrolet, pulpen dan pensil
2. Barang Komplementer, adalah barang yang akan lebih berguna jika digunakan secara bersamaan , contoh : mobil dan bensin, DVD dan DVD player
C. Menurut cara memperolehnya :
1. Barang Bebas,
adalah barang yang untuk memperolehnya memperolehnya tanpa harus mengeluarkan pengorbanan, karena jumlahnya yang banyak di alam. Contoh : udara, air di laut, sinar matahari, batu di sungai
2. Barang Ekonomis, adalah barang yang untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan tertentu. Contohnya: Pakaian, batu di toko bangunan
D. Menurut proses pembuatannya :
1. Barang Mentah/Bahan Baku
, adalah bahan dasar suatu barang yang belum mengalami proses pengolahan, Contoh : Kayu, batubara, padi
2. Barang Setengah Jadi, adalah barang mentah yang masih harus mengalami proses lebih lanjut ,Contoh : Benang,tepung.
3. Barang Jadi, adalah barang yang telah selesai mengalami proses pengolahan dan siap untuk digunakan, Contoh : pakaian, kendaraan
E. Barang menurut kualitasnya :
1.
Barang Superior, adalah barang yang memiliki kualitas tinggi , Contoh : Pakaian karya desainer terkenal
2. Barang Inferior, adalah barang yang memiliki kualitas rendah Contoh : Pakaian bekas di pasar loak, beras murah.
F. Menurut daya tahannya
1. Barang tahan lama,
adalah barang yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tidak akan habis, hanya akan berkurang nilai ekonomisnya karena mengalami penyusutan, contoh : mesin, mobil, peralatan, bangunan
2. Barang tidak tahan lama, adalah barang yang jangka waktu pemakaiannya tidak lama, akan habis digunakan sekali atau beberapa kali, contoh : makanan, minuman, tissue, shampo
3. Barang tidak habis pakai, adalah barang yang tidak akan habis walau dipakai sampai kapanpun , contoh : sinar matahari, air, udara
Kegunaan Barang/jasa ( Utility ) adalah kemampuan suatu barang/Jasa untuk memuaskan kebutuhan, macam-macam kegunaan barang :
1. Kegunaan Bentuk ( Form Utility )
suatu barang akan lebih berguna jika berubah bentuknya contoh : kayu gelondongan dijadikan meja, pasir untuk membangun rumah, beras dijadikan nasi
2. Kegunaan Waktu ( Time Utility )
Suatu barang akan lebih berguna jika digunakan pada waktu yang tepat. Contoh : payung digunakan pada waktu hujan, helm digunakan waktu berkendaraan motor
3. Kegunaan Tempat (Place Utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika telah berpindah tempat, Contoh : pasir di sungai akan lebih berguna jika berada di toko bahan bangunan
4. Kegunaan Kepemilikan (Own Utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika dimiliki seseorang. Contoh : HP di toko akan lebih berguna jika sudah dibeli, cangkul akan lebih berguna jika dimiliki petani
5. Kegunaan Unsur (Element Utility)
Kegunaan barang yang sesuai dengan unsurnya/bahan dasarnya, Contoh : tepung terigu digunakan untuk membuat kue, beras dimasak menjadi nasi
KEBUTUHAN MANUSIA

KEBUTUHAN MANUSIA


Apakah KEINGINAN=KEBUTUHAN ?
Keinginan adalah perasaan manusia untuk memiliki sesuatu barang/ jasa, yang tidak harus dipenuhi. Meskipun tidak dipenuhi tidak akan mengganggu kelangsungan hidup
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kebutuhan juga merupakan keinginan manusia terhadap barang/jasa , yang harus dipenuhi agar dapat memberikan kepuasan baginya.
Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan manusia :
Usia, Pendidikan, Kondisi alam, Adat istiadat, Kemajuan teknologi, Penghasilan, Pekerjaan, dll
Macam-macam kebutuhan manusia
A. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Intensitasnya/Tingkat Kepentingan
1. Kebutuhan Primer
adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi karena merupakan kebutuhan pokok dan untuk mempertahankan kelangsungan hidup, Contoh: makanan, rumah tempat tinggal, pakaian
2. Kebutuhan Sekunder
adalah kebutuhan yang timbul setelah kebutuhan primer terpenuhi dan sebagai penunjang untuk memelihara kelangsungan hidup, pemenuhannya dapat ditunda setelah semua kebutuhan primer telah semuanya terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Contoh: perabot rumah tangga, meja, kursi, tv
3. Kebutuhan Tersier / Mewah / Luxadalah kebutuhan manusia yang sifatnya mewah, yang timbul setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Contoh : mobil mewah, berlian, laptop jalan-jalan ke hawai, apartemen
B.Kebutuhan Manusia Berdasarkan Sifat
1. Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisikadalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contoh : makanan, minuman, pakaian, sandal, pisau cukur, tidur, buang air kecil dan besar, kacamata
2. Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mentaladalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contoh : mendengarkan musik, beribadah kepada Tuhan YME, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, kasih sayang
C. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu
1. Kebutuhan Sekarang
adalah kebutuhan yang harus dipenuhi saat itu juga waktu membutuhkannya. Contoh: makan karena sangat lapar, minum karena haus, ketika sakit minum obat, buang air kecil/besar
2. Kebutuhan Masa Depanadalah kebutuhan yang dapat ditunda serta dipenuhi di lain waktu di masa yang akan datang, atau untuk kebutuhan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, Contoh : pendidikan tinggi, asuransi, menabung, membeli mobil terbaru, payung,
3. Kebutuhan Tidak Terduga
kebutuhan yang secara tiba-tiba harus dipenuhi, Contoh : berobat ke dokter karena kecelakaan, tambal ban yang bocor, tempat pengungsian waktu ada bencana alam
D. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Subjek / penggunanya
1. Kebutuhan Individu / Pribadiadalah kebutuhan yang dipenuhi oleh orang perseorangan secara pribadi, berbeda satu dengan yang lainnya. Contoh: sikat gigi, sekolah, KTP, beribadah, kacamata
2. Kebutuhan Sosial / Kolektif / Bersama
adalah kebutuhan yang bersifat umum dan merupakan kebutuhan orang banyak. Contoh: jalan umum, jembatan, penerangan tempat umum, terminal, stadion olahraga, berorganisasi, rumah sakit.
Alat Pemuas Kebutuhan
Barang adalah benda-benda yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia karena berguna/bermanfaat
Jasa adalah tindakan-tindakan ekonomis yang dilakukan oleh individu/bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan manusi
Perbedaan barang dan jasa
Secara teknis : barang berwujud, jasa tidak berwujud
Secara ekonomis : barang dapat disimpan, jasa tidak dapat disimpan

Follow on FaceBook

Contact Form

Name

Email *

Message *

Follow by Email